Menghindari bencana bila tiba-tiba ban pecah


Musibah ban pecah memang bisa terjadi kapan saja. Bahkan sudah banyak contoh kecelakaan yang terjadi akibat ban yang pecah saat dikendarai, meski saat kecepatan rendah sekalipun. Ini biasanya disebabkan oleh paniknya sang pengemudi ketika tiba-tiba roda kemudi menyentak seiring dengan meletusnya salah satu ban. Yang parah adalah pecahnya satu ban depan, dimana kemudi akan menarik ke kiri bila yang pecah ban sebelah kiri dan sebaliknya.

Jalanan basah dan licin akan membuatnya lebih buruk. Pecahnya ban belakang biasanya lebih mudah diatasi. Kendaraan yang tinggi dengan ban standar seperti Kijang/Panther lebih rentan dalam situasi semacam ini karena akan lebih sukar dikendalikan, terutama pada kecepatan tinggi.

Untuk itu kita perlu mengingat dan mempelajari dengan baik jurus-jurus penting berikut ini:

Pencegahan:
Penyebab utama ban pecah di jalan raya adalah tekanan ban yang tidak sesuai.

1. Beli pengukur tekanan ban (tire pressure gauge) yang baik, kalau perlu pilih yang elektronik/digital karena lebih akurat dan harganyapun tidak terlalu mahal.
2. Cocokkan angka yang diukur dengan angka yang diperoleh dari pengukur tekanan pada toko ban terkenal di kota anda. Anda perlu mengingat berapa psi perbedaannya, sehingga bisa menyesuaikan bila mengukur tekanan ban sendiri. Jangan mempercayai pengukur tekanan milik tambal ban pinggir jalan. Bila anda memiliki alat pengukur elektronik/digital, silahkan langsung ke no. 3 karena kemungkinan malah lebih akurat dari pengukur biasa yang digunakan setiap hari.
3. Biasakan mengukur tekanan ban kendaraan anda seminggu sekali dan segera menambah angin bila angka yang tertera mengalami penurunan lebih dari 4psi ataupun memperbaiki ban yang penurunannya sampai 6psi atau lebih di bawah normal. Penurunan sebesar itu biasanya disebabkan oleh kebocoran lambat akibat terkena paku kecil atau pentil yang sudah tidak bekerja baik. Bila sering melalui jalan tol, biasakanlah untuk memeriksa tekanan ban setiap pagi.

4. Ikuti petunjuk tekanan ban yang dianjurkan untuk kendaraan anda, atau kalau tidak ada, ambil patokan 30psi. Ketika membawa beban penuh terutama bila akan melewati jalan tol yang panjang, tambahkan 2psi lagi. Jangan melebihi tekanan maksimum ban yang biasanya 35psi, ini akan membuat usia ban lebih pendek dan hampir sama bahayanya dengan kekurangan tekanan. Plakat tekanan ban biasanya terletak di ruang mesin, kap bagasi atau di tiang pintu dekat pengemudi.
5. Periksa alur ban. Ban yang agak botak/tua akan lebih mudah meletus bila terkena batu tajam. Gantilah dengan ban baru demi ketenangan anda. (YDi)

(bid/berbagai sumber)


  • READ MORE.......



  • for more details and updates about automotive-technology, please visit.........
    www.automotive-technology-guide.blogspot.com

    Share on :
     
     
     

    Total Pageviews